8 Hewan Langkah Di Indonesia

8 Hewan Langkah Di Indonesia
  • Orangutan.
OrangUtan

Orangutan Sumatera adalah jenis orangutan yang paling terancam di antara dua spesies orangutan yang ada di Indonesia. Dibandingkan dengan ‘saudaranya’ di Borneo, orangutan Sumatera mempunyai perbedaan dalam hal fisik maupun perilaku. Spesies yang saat ini hanya bisa ditemukan di propinsi-propinsi bagian utara dan tengah Sumatera.

orangutan Sumatera mempunyai kantung pipi yang panjang pada orangutan jantan. Panjang tubuhnya sekitar 1,25 meter sampai 1,5 meter. Berat orangutan dewasa betina sekitar 30-50 kilogram, sedangkan yang jantan sekitar 50-90 kilogram. Bulu-bulunya berwarna coklat kemerahan.

  • Siamang.
Siamang

Siamang merupakan kera hitam yang berlengan panjang dan hidup pada pohon-pohon. Pada umumnya, siamang sangat tangkas saat bergerak di atas pohon, sehingga tidak ada predator yang bisa menangkap mereka. Siamang tidak memliki ekor dan memiliki postur tubuh yang kurang tegak. Siamang juga memiliki perkembangan otak yang tinggi. Siamang berwarna hitam agak cokelat kemerahan.

  • Rangkong Papan.
Rangkong Papan

Rangkong papan merupakan spesies terbesar dalam suku burung Bucerotidae. Burung dewasa berukuran sangat besar, dengan panjang mencapai 160cm. Burung ini memiliki bulu berwarna hitam, dan tanduk kuning-hitam di atas paruh besar berwarna kuning. Kulit mukanya berwarna hitam dengan bulu leher berwarna kuning kecoklatan. Bulu ekor berwarna putih dengan garis hitam tebal di tengah. Tanduk burung Rangkong Papan berongga dan tidak padat.

  • Ajag.
Ajag

Ajag merupakan anjing hutan asli Indonesia yang mirip serigala. Ajag termasuk salah satu binatang langka di Indonesia yang populasinya semakin menurun dan terancam kepunahan. Ajag (Cuon alpinus) mempunyai panjang tubuh sekitar 90 cm dengan tinggi badan sekitar 50 cm. Anjing hutan ini mempunyai berat badan antara 12-20 kg. Ajag memiliki ekor yang panjang sekitar 40-45 cm.

  • Beruang Madu.
Beruang Madu

Bulu beruang madu hitam dan hitam kecoklatan, matanya berwarna coklat atau biru, hidung lebar, dan moncong tidak terlalu panjang. Kepalanya besar dengan daun telinga kecil dan bundar. Lidahnya bisa dipanjangkan sampai 25 sentimeter.Beruang madu punya sifat pemalu dan penyendiri. Di antara keluarga beruang, beruang madu berbadan paling kecil. Panjang beruang madu hanya 1,4 meter, tinggi 70 sentimeter, dengan berat 50-65 kilogram. Bandingkan dengan beruang kutub yang beratnya 400-600 kilogram.

  • Harimau Sumatera.
Harimau Sumatra

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) merupakan satu dari enam sub-spesies harimau yang masih bertahan hidup hingga saat ini dan termasuk dalam klasifikasi satwa kritis yang terancam punah (critically endangered).

Harimau Sumatera memiliki tubuh yang relatif paling kecil dibandingkan semua sub-spesies harimau yang hidup saat ini. Jantan dewasa bisa memiliki tinggi hingga 60 cm dan panjang dari kepala hingga kaki mencapai 250 cm dan berat hingga 140 kg. Harimau betina memiliki panjang rata-rata 198 cm dan berat hingga 91 kg. Warna kulit harimau Sumatera merupakan yang paling gelap dari seluruh harimau, mulai dari kuning kemerah-merahan hingga oranye tua.

  • Gajah Sumatera.
Gajah Sumatra

Hewan ini juga termasuk yang kritis. Populasinya hanya 2.700 ekor. Sekitar 65% gajah sumatera mati diburu manusia, untuk diambil gadingnya. Mamalia terbesar ini sangat dilindungi.

  • Badak Sumatera.
Badak Sumatera

Badak sumatera telah hidup di muka bumi sejak 20 juta tahun silam. Ia merupakan jenis terkecil dibandingkan empat badak tersisa lainnya yang ada di muka bumi: badak jawa (Rhinoceros sondaicus), badak india (Rhinoceros unicornis), badak hitam (Diceros bicornis) dan badak putih (Ceratotherium simum) di Afrika.

Badak bercula dua ini tingginya hanya sekitar 120 cm-135 cm dengan panjang tubuh 240-270 cm. Berat rata-ratanya sekitar 900-an kilogram. Sebutannya adalah the hairy rhinoceros, karena permukaan tubuhnya ditutupi rambut pendek dan kaku.